Sabtu, 18 Maret 2017

FAKTOR PENENTU PERUBAHAN KEPRIBADIAN


BAB I

PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang

Kepribadian meliputi segala corak perilaku manusia yang terhimpun dalam dirinya dan digunakan untuk bereaksi serta menyesuaikan dirinya terhadap segala rangsang, baik yang datang dari lingkungannya (dunia luar) maupun yang berasal dari dirinya sendiri (dunia dalam), sehingga corak perilakunya itu merupakan satu kesatuan fungsional yang khas bagi manusia itu.

Hanya ada sedikit kata yang begitu memikat khalayak ramai, seperti istilah kepribadian. Meskipun kata tersebut dipakai dalam bernagai pengertian, namun sebagian besar dari arti-arti popular ini bias digolongkan kesalah satu diantara dua golongan. Pemakaian pertama menyamakan istilah tersebut dengan keterampilan atau kecakapan social. Kepribadian individu dinilai berdasarkan kemampuannya memperoleh reaksi-reaksi positif dari berbagai orang dalam berbagai keadaan. Dalam pengertian ini sekolah-sekolah yang mengkhusukan menyiapkan orang memasuki dunia glamor mengartikan istilah tersebut ketika menawarkan kursus-kursus “latihan kepribadian”. Demikian juga guru-guru yang menyebut seorang siswanya memiliki masalah kepribadian, mungkin bermaksud mengatakan bahwa keterampilan-keterampilan social siswa itu kurang memadai untuk memelihara hubungan-hubungan yang memuaskan dengan sesame siswa dan guru. Pemakakaian kedua memandang kepribadian individu sebagai kesan yang paling menonjol atau paling kentara yang ditunjukkan seseorang terhadap orang lain. Jelas ada unsur penilaian dalam kedua pemakaian istilah tersebut. Kepribadian biasanya dilukiskan sebagai baik atau buruk.

Mengasuh, membesarkan, dan mendidik anak merupakan tugas mulia yang tidak lepas dari berbagai halangan dan tantangan. Telah banyak usaha dilakukan orang tua maupun pendidik untuk mencari dan membekali diri dengan pengetahua yang berkaitan dengan perkembangan anak. Lebih-lebih bila suatu saat dihadapkan pada masalah yang menimpa anak-anak ini, ada kecenderungan untuk mempertanyakan hal-hal sebagi berikut: apa sebenarnya yang terjadi pada anak ini, mengapa Ia bias berbuat demikian, mengapa masalah ini hanya menimpa Si Bungsu atau Si Sulung, siapa yang bersalah dan sebagainya. Dengan mengetahui factor-faktor penentu perubahan kepribadian, diharapakan dapat memberi jawaban atau setidak-tidaknya petunjuk atas pertanyaan-pertanyaan tersebut.

Dalam psikologi perkembangan banyak dibicarakan bahwa dasar kepribadian seseorang terbentuk pada masa kanak-kanak. Proses-proses yang terjadi dalam diri seorang anak ditambah dengan apa yang dialami dan diterima selama masa anak-anaknya secara sedikit demi sedikit memungkinkan ia tumbuh dan berkembang menjadi manusi dewasa.

Seandainya dalam semua segi semua orang sama seperti kebanyakan atau bahkan semua orang lain, maka kita bias tahu apa yang akan diperbuat seseorang dalam situasi tertentu berdasarkan pengalaman dengan diri kita sendiri. Kenyataannya, dalam banyak segi setiap orang adalah unik, mengalami salah paham dengan teman di kampus, sejawat di kantor, tetangga atau bahkan dengan suami/istri dan anak-anak di rumah. Kita terkejut akan tindakan di luar batas yang dilakukan oleh seseorang biasa kita kenal alim dan saleh, dan masih banyak lagi. Kiranya kita membutuhkan sejenis kerangka acuan untuk memahami dan menjelaskan tingkah laku kita sendiri dan orang lain.

B.     Tujuan

Adapun Tujuan dari penulisan makalah ini adalah:

1.      Mampu mengetahui apa itu kepribadian

2.      Mampu memahami faktor-faktor penentu perubahan kepribadian

3.      Mampu memahami faktor-faktor yang mempengaruhi kepribadian seseorang

C.    Manfaat

1.      Manfaat Praktis

Manfaat dari penulisan ini adalah diharapkan dapar memberi pengetahuan dan wawasan kepada penyusun makalah ini khusunya pengetahuan untuk faktor-faktor penentu perubahan kepribadian

2.      Manfaat Ilmiah

Serta sebagai persyaratan dalam meyelesaikan program studi ilmu kebidanan khususnya untuk mata kuliah psikologi pendidikan.







BAB II

PEMBAHASAN

A.    Apa itu kepribadian?

Kepribadian adalah sesuatu yang memberi tata tertib dan keharmonisan terhadap segala macam tingkah laku berbeda yang dilakukan oleh si individu. Sejumlah teoretikus memilih memberi tekanan pada fungsi kepribadian dalam menjembatani atau mengatur penyesuaian diri individu. Dalam definisi lain kepribadian disamakan dengan aspek-aspek unik atau khas dari tingkah laku. Dalam hal ini kepribadian merupakan istilah untuk menunjukkan hal-hal khusus tentang individu dan membedakannya dari semua orang lain. Definisi-definisi ini mengemukakan bahwa kepribadian merupakan bagian dari individu yang paling mencerminkan atau mewakili si pribadi, bukan hanya dalam arti bahwa Ia membedakan individu tersebut dari orang lain, tetapi lebih penting bahwa itulah yang sebenarnya. Implikasinya adalah bahwa dalam analisi terakhir kepribadian meliputi apa yang paling khas dan paling karakteristik dalam diri orang tersebut (Hall dan Lindzey, 1993: 27).

Menurut Jung (dalam Alwisol, 2011) kepribadian adalah mencakup keseluruhan fikiran, perasaan dan tingkah laku, kesadaran dan ketidak sadaran. Kepribadian membimbing orang untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan sosial dan lingkungan fisik. Sejak awal kehidupan, kepribadian adalah kesatuan atau berpotensi membentuk kesatuan. Ketika mengembangkan kepribadian, orang harus berusaha mempertahankan kesatuan dan harmoni antar semua elemen kepribadian. Kepribadian disusun oleh sejumlah sistem yang beroperasi dalam tiga tingkat kesadaran, ego beroperasi pada tingkat sadar, kompleks beroperasi pada tingkat tak sadar pribadi, dan asertip beroperasi pada tingkat tak sadar kolektif. Di samping sistem-sistem yang terikat dengan daerah operasinya masing-masing, terdapat sikap (introvert-ekstrovert) dan fungsi (fikiran-perasaan-persepsi-intuisi) yang beroperasi pada semua tingkat kesadaran. Juga ada self yang menjadi pusat kepribadian (Wahyu, 2014).

Eysenck (dalam Suryabrata, 2003) mengatakan bahwa kepribadian adalah jumlah keseluruhan pola perilaku, baik yang aktual maupun potensial dari organisme yang ditentukan oleh faktor bawaan dan lingkungan. Atkinson dkk. (1999) mendefinisikan kepribadian sebagai pola perilaku dan cara berfikir yang khas, yang menentukan penyesuaian diri seseorang terhadap lingkungan. Feist & Feist (2002) mengemukakan bahwa kepribadian adalah suatu pola yang relative permanen dari sifat, watak atau karakteristik yang memberikan konsistensi pada perilaku seseorang (Wahyu, 2014).

B.     Faktor-Faktor Penentu Perubahan Kepribadian

Secara garis besar ada dua faktor utama yang mempengaruhi perkembangan kepribadian, yaitu faktor hereditas (genetika) dan faktor lingkungan (environment).

1.       Faktor Genetika (Pembawaan)/Hereditas

Pada masa konsepsi, seluruh bawaan hereditas individu dibentuk dari 23 kromosom dari ibu, dan 23 kromosom dari ayah. Dalam 46 kromosom tersebut terdapat beribu-ribu gen yang mengandung sifat fisik dan psikis individu atau yang menentukan potensi-potensi hereditasnya. Dalam hal ini, tidak ada seorang pun yang mampu menambah atau mengurangi potensi hereditas tersebut.

Pengaruh gen terhadap kepribadian, sebenarnya tidak secara langsung, karena yang dipengaruhi gen secara tidak secara langsung adalah

a.       Kualitas sistem syaraf

b.      Keseimbangan biokoimia tubuh

c.       Struktur tubuh

Lebih lanjut dapat dikemukakan, bahwa fungsi hereditas dalam kaitannya dengan perkembangan kepribadian adalah

a.       Sebagai sumber bahan mentah kepribadian seperti fisik, intelegensi, dan temperamen

b.      Membatasi perkembangan kepribadian dan mempengaruhi keunikan kepribadian.

Dalam kaitan ini Cattel dkk., mengemukakan bahwa “kemampuan belajar dan penyesuaian diri individu dibatasi oleh sifat-sifat yang inheren dalam organisme individu itu sendiri”. Misalnya kapasitas fisik (perawakan, energy, kekuatan, dan kemenarikannya), dan kapasitas intelegtual (cerdas, normal, atau terbelakang). Meskipun begitu batas-batas perkembangan kepribadian, bagaimanapun lebih besar dipengaruhi oleh faktor lingkungan.

Contohnya: seorang anak laki-laki yang tubuhnya kurus, mungkin akan mengembangkan “self concept”  yang tidak nyaman, jika dia berkembang dalam kehidupan sosial yang sangat menghargai nilai-nilai keberhasilan atletik, dan merendahkan keberhasilan dalam bidang lain yang diperolehnya. Sama halnya dengan wanita yang wajahnya kurang, dia akan merasa rendah diri apabila berada dalam lingkungan yang sangat menghargai wanita dari segi kecantikan fisiknya.

Ilustrasi diatas menunjukkan, bahwa hereditas sangat mempengaruhi “konsep diri” individu sebagai dasar sebagai individualitasnya, sehingga tidak ada orang yang mempunyai pola-pola kepribadian yang sama, meskipun kembar identik.

Menurut C.S. Hall, dimensi-dimensi temperamen : emosionalitas, aktivitas, agresivitas, dan reaktivitas bersumber dari plasma benih (gen) demikian halnya dengan intelegensi.

Untuk mengetahui bagaimana pengaruh hereditas terhadap kepribadian, telah banyak para ahli yang melakukan penelitian dengan menggunakan metode-metode tertentu. Dalam kaitan ini, Pervin (1970) mengemukakan penelitian-penelitian tersebut.

a.       Metode Sejarah (Riwayat) Keluarga

Galton (1870) telah mencoba meneliti kegeniusan yang dikaitkan dengan sejarah keluarga. Temuan penelitiannya manunjukkan bahwa kegeniusan itu berkaitan erat dengan keluarga. Temuan ini bukti yang mendukung teori hereditas tentang kegeniusan individu.

b.      Metode Selektivitas Keturunan

Tryon (1940) menggunakan pendekatan ini dengan memilih tikus-tikus yang pintar, cerdas “bright”, dengan yang bodoh “dull”. Ketika tikus-tikus dari kedua kelompok tersebut dikawinkan, ternyata keturunannya mempunyai tingkat kecerdasan yang berdistribusi normal.

c.       Penelitian terhadap Anak Kembar

Newman, Freeman, dan Halzinger (1937) telah meneliti kontribusi hereditas yang sama terhadap tinggi dan berat badan, kecerdasan dan kepribadian. Mereka menempatkan 19 pasangan kembar identik dalam pemeliharaan yang terpisah, 50 pasangan kembar identik dalam pemeliharaan yang sama, dan 50 pasangan kembar “fraternal” dalam pemeliharaan yang sama juga. Hasilnya menunjukkan bahwa kembar identik yang dipelihara terpisah memiliki kesamaan satu sama lainnya dalam tinggi dan berat badan, serta kecerdasannya. Demikian juga kembar identik yang dipelihara bersama-sama, ternyata lebih mempunyai kesamaan dari pada kembar “faternal”.

d.      Keragaman Konstitusi (Postur) Tubuh

Hippocrates menyakini bahwa temperamen manusia dapat dijelaskan bardasarkan cairan-cairan tubuhnya. Kretsvhmer telah mengklasifikasikan postur tubuh individu pada tiga tipe utama, dan satu tipe campuran. Pengklasifikasian ini didasarkan pada penelitiannya terhadap 260 orang yang dirawatnya. Berikut ini adalah tipe pengklasifian tubuh menurut Kretschmer.

1)      Tipe Piknis (Stenis): pendek, gemuk, perut besar, dada dan bahunya bulat.

2)      Tipe Asthenis (Leptoshom): tinggi dan ramping, perut kecil, dan bahu sempit.

3)      Tipe Atletis: postur tubuhnya harmonis (tegap, bahu lebar, perut kuat, otot kuat).

4)      Tipe Displastis: tipe penyimpangan dari tiga bentuk di atas.

Tipe-tipe ini berkaitan dengan:

1)        Gangguan mental, seperti tipe piknis berhubungan dengan manik depresif, dan asthenis.

2)        Karaktritis individu yang normal, seperti tipe piknis mempunyai sifat-sifat bersahabat dan tenang, sedangkan asthenis bersifat serius, tenang dan senang menyendiri (Yusuf, 2008).

Ada beberapa penelitian yang menunjukkan bahwa sifat atau dimensi kepribadian merupakan sesuatu yang diwariskan. Berikut ini adalah beberapa teori kepribadian yang menjelaskan faktor hereditas:

a.       Dimensi kepribadian dari Eysenck mengenai psikotisme, neurotikisme, dan ekstraversi (yang awalnya dikembangkan oleh Jung).

b.      Lima faktor model kepribadian dari Costa dan McCrae, yaitu neurotikisme, extraversi, keterbukaan terhadap pengalaman, kepersetujuan, dan kehati-hatian.

c.        Tiga tepramen dari Buss dan Plomin, yaitu: empsionalitas, aktivitas, dan sosialitas.

Zuckerman menambahkan bahwa sifat mencari kesenangan (sensasi) pada mulanya dipengaruhi oleh faktor genetik. Pendekatan genetik berpendapat bahwa kepribadian sepenuhnya ditentukan oleh bawaan. Meskipun dalam kenyataannya, predisposisi genetik dipengaruhi oleh kondisi lingkungan dan sosial, terutama ketika masa anak-anak (Hidayat, 2011).

2.       Faktor Lingkungan

Faktor lingkungan yang mempengaruhi kepribadian diantaranya keluarga, kebudayaan, dan sekolah.

a.        Keluarga

Keluarga dipandang sebagai penentu utama dalam pembentukan kepribadian anak. Alasannya adalah

1)      Keluarga merupakan kelompok sosial pertama yang menjadi pusat identifikasi anak.

2)      Anak banyak menghabiskan waktunya di lingkungan keluarga.

3)      Para anggota keluarga merupakan “significant people” bagi pembentukan kepribadian anak.

Baldwin dkk. (1945), telah melakukan penelitian tentang pengaruh pola asuh orang tua terhadap kepribadian anak. Pola asuh orang tua itu ternyata ada yang demokratis dan juga authoritarian. Orang tua yang demokratis ditandai dengan prilaku menciptakan iklim kebebasan, bersikap respek terhadap anak, objektif, dan mengambil keputusan secara rasional.

Anak yang dikembangkan dalam iklim demokratis cenderung memiliki cirri-ciri kepribadian: labih aktif, lebih bersikap sosial, lebih memiliki harga diri, dan lebih konstruktif dibandingkan dengan anak yang dikembangkan dalam iklim authoritarian.

b.      Kebudayaan

Kluckhohn berpendapat bahwa kebudayaan meregulasi (mengatur) kehidupan kita dari mulai lahir sampai mati, baik disadari maupun tidak disadari. Kebudayaan mempengaruhi kita untuk mengikuti pola-pola perilaku tertentu yang telah dibuat orang lain untuk kita.

Sehubungan dengan pentingnya kebudayaan sebagai faktor penentu kepribadian, muncul pertanyaan: Bagaimana tipe dasar kepribadian masyarakat itu terjadi? Dalam hal ini Linton (1945) mengemukakan tiga prinsip untuk menjawab pertanyaan tersebut. Tiga prinsip tersebut adalah pengalaman kehidupan dalam awal keluarga, pola asuh orang tua terhadap anak, dan pengalaman awal kehidupan anak dalam masyarakat.

c.        Sekolah

Lingkungan sekolah dapat mempengaruhi kepribadian anak. Faktor-faktor yang dapat mempengaruhi di antaranya sebagai berikut:

1)      Iklim emosional kelas.

2)      Sikap dan prilaku guru.

3)      Disiplin.

4)       Prestasi belajar.

5)      Penerimaan teman sebaya (Yusuf, 2008).

Menurut Alferd Adler kepribadian dipengaruhi oleh posisi kelahiran dalam keluarga, situasi sosial dan pengasuhan sebagai fungsi dari perluasan perbedaan usia antara saudara kandung. Dalam pandangan Adler, perbedaan lingkungan rumah akan memberikan pengaruh kepada perbedaan kepribadian setiap individu.

Sementara Karen Horney percaya bahwa kebudayaan dan periode waktu tertentu memberikan pengaruh terhadap kepribadian. Horney pun menyorot perbedaan lingkungan sosial antara anak laki-laki dan perempuan. Ia berpendapat bahwa perkembangan inferioritas perempuan disebabkan oleh perlakuan tertentu pada anak perempuan dalam budaya yang didominasi laki-laki (patriaki). Sementara perempuan yang dibesarkan dalam budaya matriaki akan memiliki karakteristik kepribadian yang berbeda dan harga diri (self esteem) yang lebih tinggi.

Erich Fromm percaya bahwa pengaruh kekuatan dan kejadian dalam sejarah memberi pengaruh yang lebih luas dalam membentuk kepribadian seseorang. Menurut Allport, meskipun faktor genetik merupakan dasar kepribadian, tetapi lingkungan sosial yang membentuk bahan dasar tersebut menjadi produk akhir. Cattel berpendapat bahwa hereditas adalah faktor penting pembentuk kepribadian, tetapi faktor lingkungan yang pada akhirnya memberikan pengaruh dalam perluasan kepribadian.

Menurut penjelasan para ahli diatas, maka dapat disimpulkan bahwa perbedaan lingkungan dan sosial akan berpengaruh terhadap perbedaan kepribadian antara individu satu dengan lainnya (Hidayat, 2011).

3.      Faktor Belajar

Faktor belajar memiliki peranan yang sangat penting dalam setiap aspek perilaku. Semua kekuatan lingkungan dan sosial yang membentuk kepribadian ditentukan oleh belajar. setiap fase dalam kepribadian yang diwariskan dapat dimodifikasi, dikacaukan, dicegah, ditumbuh-suburkan melalui proses belajar.

Menurut B.F.Skinner, berdasarkan hasil kajian Pavlov dan Watson, penguatan positif successive approximation, perilaku turunan (superstitious), dan berbagai variabel belajar berkontribusi pada pembentukan kepribadian, yang oleh Skinner disebut sebagai akumulasi sederhana dari respons yang dipelajari.

Pada dasarnya sesuatu yang dipelajari sejak kelahiran dan masa kanak-kanak, melalui kontrol dapat merubah kehidupan di kemudian hari. Cara pengasuhan tertentu dapat mendorong perasaan anak-anak untuk berada dalam kontrol. Dengan demikian gagasan mengenai kontrol adalah dimensi yang dipelajari dari kepribadian melalui perilaku pengasuhan.

4.       Faktor Pengasuhan Orang Tua

Freud menekankan faktor pengasuhan sebagai faktor yang sangat berpengaruh kepada pembentukan kepribadian anak, sedangkan Adler memfokuskan kepada konsekuensi dari anak yang merasa tidak diinginkan atau ditolak oleh orang tuanya. Penolakan orang tua akan memyebabkan perasaan tidak aman, hidup penuh kemarahan terhadap orang lain, dan kurang memiliki penghargaan terhadap diri.

Allport dan Cattel juga mengakui faktor orang tua dalam pembentukan kepribadian. Menurutnya, perasaan aman merupakan kondisi yang sangat penting bagi perkembangan kepribadian. Cattel melihat bahwa masa bayi merupakan periode penting dalam pembentukan kepribadian, dan perilaku orang tua dan saudara kandung akan membentuk karakter anak. Erikson berpendapat bahwa hubungan antara ibu dan anak pada tahun pertama kehidupan sangat penting, terutama dalam membangun kepercayaan terhadap orang lain. Menurut Maslow peran orang tua sangat penting dalam memenuhi kebutuhan fisiologis dan rasa aman pada dua tahun pertama kehidupan.

Herderlong dan Lopper menyatakan bahwa beberapa penelitian yang berkaitan dengan pengasuhan menunjukkan bahwa orang tua dapat meningkatkan perasaan otonomi anak, harapan dan standar yang realistis, kompetensi dan efikasi diri, serta dapat meningkatkan motivasi instrinsik. Pola pengasuhan yang positif memiliki efek positif terhadap anak, sementara pola pengasuhan yang negatif akan memberikan pengaruh yang merusak.





5.         Faktor Perkembangan

Freud percaya bahwa kepribadian dibentuk dan menetap pada usia 5 tahun dan akan sulit berubah sesudah usia tersebut. Beberapa ahli teori kepribadian seperti Cattel, Allport, Erikson, dan Murray memandang pentingnya kehidupan masa kanak-kanak meskipun mereka juga setuju bahwa kepribadian dapat dimodifikasi pada usia selanjutnya.

Helson, Jones & Kwan (2002) melakukan penelitian selama 40 tahun terhadap ribuan orang yang memiliki skor dominan dan independen. Mereka menemukan bahwa kepribadian terus berubah dan berkembang setelah usia 20 tahun, dan puncaknya dicapai pada usia setengah baya.

Apa yang penting dari perubahan kepribadian pada usia dewasa? Jawabannya terletak pada pengaruh lingkungan dan sosial, dan dalam adaptasi terhadapnya. Kondisi-kondisi yang terjadi, seperti perubahan dalam kondisi ekonomi, lulus kuliah, perkawinan dan menjadi orang tua, perceraian, pindah pekerjaan atau kenaikan pangkat, dan krisis masa setengah baya akan menyebabkan masalah yang setiap orang dewasa harus menyesuaikan dirinya.

Mc Adam (1994) berpendapat bahwa perkembangan kepribadian pada masa dewasa dapat dijelaskan dalam tiga tingkat, yaitu: kecenderungan sifat, perhatian personal, dan narasi hidup. Kecenderungan sifat (dispositional traits) adalah sifat yang diturunkan. Perhatian personal merujuk kepada perasaan sadar, rencana-rencana, dan tujuan-tujuan. Perasaan, rencana, dan tujuan berubah sepanjang kehidupan sebagai hasil dari bermacam-macam pengaruh. Sementara naskah hidup berdampak pada pembentukan diri (self), pencapaian identitas, dan menemukan penyatuan tujuan dalam hidup. Naskah hidup juga berubah sebagai respons terhadap kebutuhan lingkungan dan sosial.

6.         Faktor Kesadaran

Hampir semua teori kepribadian, secara implisit dan eksplisit, menjelaskan proses kesadaran. Allport percaya bahwa orang yang bukan neurotic, kesadarannya akan berfungsi dengan cara yang rasional, peduli, dan mampu mengontrol kekuatan yang memotivasinya. Rogers berpikir bahwa orang pada dasarnya rasional, dikuasai oleh kesadaran persepsi dari dalam dirinya dan pengalaman dunianya. Maslow juga mengakui peran kesadaran, ia mengemukakan kebutuhan kognitif untuk mengetahui dan memahami.

7.         Faktor Ketidaksadaran

Sigmund Freud memperkenalkan kepada kita mengenai dunia tidak sadar; gudang kesuraman dari ketakutan paling gelap, konflik-konflik, kekuatan yang berpengaruh pada pemikiran sadar. Ketidaksadaran rasional (rational unconscious) sering kali merujuk kepada non conscious untuk membedakan dengan unsconcius dari Freud yang sering kali disebut dengan kawah gelap dari keinginan dan hasrat yang ditekan (Hidayat, 2011).



C.    Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kepribadian Seseorang

Dari penjelasan di atas, ada juga faktor-faktor yang mempengaruhi kepribadian seseorang, yaitu faktor internal dan eksternal.

1.         Faktor Internal

Faktor internal adalah faktor yang berasal dari dalam diri orang itu sendiri. Faktor internal ini biasanya merupakan faktor genetis atau bawaan. Faktor genetis maksudnya adalah faktor yang berupa bawaan sejak lahir dan merupakan pengaruh keturunan dari salah satu sifat yang dimiliki oleh salah satu dari kedua orang tuanya atau bisa jadi gabungan atau kombinasi dari sifat kedua orang tuanya. Oleh karena itu, sering kita mendengar istilah “ buah jatuh tidak akan jauh dari pohonnya”. Misalnya, sifat mudah marah yang dimiliki oleh sang ayah bukan tidak mungkin akan menurun pula pada anaknya.

2.         Faktor Eksternal

Faktor eksternal adalah faktor yang berasal dari luar orang tersebut. Faktor eksternal ini biasanya merupakan pengaruh yang berasal dari lingkungan seseorang mulai dari lingkungan terkecilnya, yakni keluarga, teman tetangga, sampai dengan pengaruh dari barbagai madia audiovisual seperti TV, VCD dan internet, atau media cetak seperti koran, majalah dan lain sebagainya.

Lingkungan keluarga, tempat seorang anak tumbuh dan berkembang akan sangat berpengaruh terhadap kepribadian seorang anak. Terutama dari cara orang tua mendidik dan membesarkan anaknya. Sejak lama peran sebagai orang tua sering kali tidak dibarengi oleh pemahaman mendalam tentang kepribadian. Akibatnya, mayoritas orang tua hanya bisa mencari kambing hitam –bahwa si anaklah yang tidak beres- ketika terjadi hal-hal negatif mengenai prilaku keseharian anaknya.seorang anak yang memiliki prilaku demikian sesungguhnya meniru cara berpikir dan perbuatan yang sengaja atau tidak sengaja yang dilakukan oleh orang tua mereka. Contoh orang tua sering memerintahkan anaknya, “ tolong nanti kalau ada telepon, bilang ayah dan ibu sedang tidak ada dirumah, karena ayah dan ibu akan tidur “. Peristiwa ini adalah suatu pendidikan kepada anak bahwa berbohong boleh atau halal dilakukan. Akibatnya anak juga melakukan prilaku bohong kepada orang lain termasuk pada orang tua yang mencontohinya. Jika perbuatan bohong yang dilakukan anak memperoleh kepuasan atau kenikmatan, minimal tidak memperoleh hukuman, maka perbuatan bohong itu akan dikembangkan lebih lanjut oleh anak tersebut.  Bahkan mungkin saja daya bohong itu akan menjadi suatu kesenangan dan dapat juga menjadi suatu keahlian yang lama-kelamaan menjadi kepribadiannya. Demikian juga prilaku positif dan negatif lain yang terperaktikkan di lingkungan rumah.

Menurut Levine (2005) menjadi orang tua sesungguhnya merupakan proses yang dinamis. Situasi keluarga acap kali berubah. Tidak ada yang bersifat mekanis dalam proses tersebut. Akan tetapi, dengan memahami bahwa kepribadian mengaktifkan energy, mengembangkan langkah demi langkah, serta menyadari semua implikasi setiap langkah terhadap diri anak, para orang tua secara perlahan akan mampu menumpuk rasa percaya diri pada diri anak.

Selanjutnya, Levine (2005) menegaskan bahwa kepribadian orang tua akan berpengaruh terhadap caraorang tua tersebut dalam mendidik dan membesarkan anaknya yang pada gilirannya juga berpengaruh pada kepribadian si anak tersebut. Ada Sembilan tipe kepribadian orang tua dalam membesarkan anaknya yang juga dapat berpengaruh pada kepribadian si anak, yaitu sebagai berikut :

a.          Penasihat moral, terlalu menekankan pada perincian, analisis dan moral.

b.         Penolong, terlalu mengutamakan kebutuhan anak dengan mengabaikan akibat dari tindakan si anak.

c.          Pengatur, selalu ingin bekerja sama dengan si anak dan menciptakan tugas-tugas yang akan membantu memperbaiki keaadan.

d.         Pemimipin, selalu berupaya untuk selalu berhubungan secara emosional dengan anak-anak dalam setiap keadaan dan mencari solusi kreatif bersama-sama.

e.          Pengamat, selalu mencari sudut pandang yang menyeluruh, berupaya mengutamakan objektifitas dan perspektif.

f.           Pencemas, selalu melakukan tanya jawab mental dan terus bertanya-tanya , ragu-ragu dan memiliki gambaran terburuk bahkan meraka sampai yakin bahwa anak merka benar-benar memahami situasi.

g.         Penghibur, selalu menerapakan gaya yang selalu santai.

h.         Pelindung, cenderung untuk mengambil alih tanggung jwab dan bersikap melindungi, berteriak pada si anak akan tetapi kemudian melindunginnya dari ancaman yang datang.

i.           Pendamai, dipengaruhi kepribadian mereka yanag selalu menghindar dari konflik.

Berdasarkan Sembilan kepribadian orang tua dalam mendidik anakanya secara moralitas, maka tampaknya tiga tipe yang sejalan dalam pembentukan kepribadian melalui peningkatan pertimbangan moral, yaitu tipe pengatur, pengamat dan pencemas. Pembentukan kepribadian melalui peningkatan pertimbangan moral menghendaki orang tua di lingkungan rumah tangga bertindak sebagai teman yang dapat bakerja sama dengan anak-anak mereka dalam menyelesaikan segala tugas guna memperbaiki keadaan sosial maupun fisik. Kepribadian orang tua sebagai pengamat yang menggunakan sudut pandang menyeluruh dan objektif akan membantu cara berpikir moral anak kearah yang luas, objektif, dan menyeluruh. Demikian juga, kepribadian orang tua tipe pencemas yang selalu membawa anak untuk berdiskusi, bertanya jawab, dan mengajak berpikir dalam menghadapi tantangandan konflik adalah sejalan dengan teori perkembangan moral kognitif dalam peningkatan perkembangan moral guna pembentukan kepribadian yang baik bagi anak-anak (Sjarkawi, 2006).



BAB III

PENUTUP

A.    Kesimpulan

Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa ada beberapa faktor penentu perubahan kepribadian yaitu faktor hereditas atau genetika , faktor lingkungan, faktor belajar, pengasuhan orang tua, faktor perkembangan, faktor kesadaran, dan faktor ketidaksadaran.

Dalam psikologi perkembangan banyak dibicarakan bahwa dasar kepribadian seseorang terbentuk pada masa kanak-kanak. Proses-proses yang terjadi dalam diri seorang anak ditambah dengan apa yang dialami dan diterima selama masa anak-anaknya secara sedikit demi sedikit memungkinkan ia tumbuh dan berkembang menjadi manusia dewasa.

B.     Saran

  1. Diharapkan dapat lebih meningkatkan pemahaman tentang materi faktor penentu perubahan kepribadian.
  2. Dalam pembuatan makalah ini, penulis menyadari terdapat banyak kekurangan. Olehnya itu penulis sangat mengharapkan kritik dan saran demi menyempurnakan penyusunan makalah ini


KASUS GIZI DAN METABOLISME NUTRIENT


FINAL MATA KULIAH GIZI DAN METABOLISME NUTRIENT

PROGRAM STUDI S2 KEBIDANAN FAKULTAS KEDOKTERAN

UNIVERSITAS HASANUDDIN


Dosen Pengampuh Mata Kuliah:

Prof. dr. Veni Hadju, Ph. D.



NAMA MAHASISWA             : ENGGAR

NIM                                        : P4400216039



KASUS

Ibu Maryam (31 tahun) adalah seorang ibu yang berputra dua. Setelah menikah 10 tahun yang lalu, mereka hidup berbahagia dengan kedua anaknya yang masing-masing berusia 8 dan 5 tahun. Karena masih menginginkan seorang putri maka dia berusaha untuk hamil lagi, walaupun ini mendapat tantangan dari mertuanya. Punya anak dua sudah cukup, kata mertua perempuannya. Suaminya sangat mendukung istrinya dan memberi perhatian yang sangat besar akan kesehatan istri dan anak-anaknya.

Saat usia kehamilannya 7 bulan, ibu Maryam suka mengeluh kepada suaminya. Mengurus rumah tangga dengan dua anak laki-laki yang aktif selama sehari penuh membuat ibu Maryam cepat merasakan kecapaian. Suaminya sangat sibuk sehingga sulit meluangkan waktu untuk membantu istrinya. Akhirnya suaminya membawa ibu Maryam ke dokter. Dalam pemeriksaan, dokter melihat kejanggalan pada hasil USG. Pertumbuhan janin dalam kandungan mengalami mengalami keterlambatan. Disamping itu, kadar hemoglobin sebesar 9,6 mmHg dengan Lingkar Lengan Atas sebesar 21,7 cm. seorang petugas gizi telah diminta oleh dokter untuk memberi nasehat kepada ibu Maryam.

Karena ingin melahirkan di kampung halamanya, ibu Maryam mengunjungi seorang bidan yang bertugas di kampungnya. Kepada bidan tersebut, ibu Maryam menceritakan semua yang dialaminya dan dirasakannya. Dia ingin sekali memperoleh seorang anak wanita yang cantik dan saleha.



SOAL dan JAWABAN

1.      Apa yang disebut dengan anemia? Apakah ibu Maryam menderita Anemia? Apa saja penyebab anemia pada ibu hamil (min. 3 buah)

JAWABAN:

a.       Anemia adalah keadaan dimana jumlah eritrosit yang beredar atau konsentrasi hemoglobin menurun  atau berkuranggya sel darah merah atau hemoglobin dalam darah. Sebagai akibatnya ada penurunan transportasi oksigen dari paru-paru ke jaringan perifer.

b.      Ya. Ibu Maryam menderita anemia, karena anemia selama kehamilan dapat didefinisikan sebagai HB kurang dari 10/11 gram/100 ml sedangkan menurut WHO untuk perempuan dewasa hamil 12,0-15,0 gr/dl.

c.       Penyebab anemia pada ibu hamil

1)     Kurang cukupnya zat besi dalam makanan sehari-hari  atau kurangnya zat gizi yang dikonsumsi

2)     Penyerapan zat besi yang tidak optimal

3)     Banyak melakukan aktivitas fisik yang menguras tenaga, akan membuat tubuh menjadi lelah dan kurang istirahat.

4)     Dehidrasi. Karena kuranggnya cairan tubuh secara terus menerus membuat kadar HB dalam sel darah merah menurun.

2.      Apa yang Anda ketahui tentang Bioavailabilitas? Mengapa konsumsi sayuran yang berdaun hijau kurang menaikkan kadar Hb pada ibu hamil? Sebutkan sumber makanan yang dapat meningkatkan kadar Hb pada ibu hamil (min. 5 buah)

JAWABAN:

a.       Bioavailabilitas, yaitu ketersediatan hayati atau salah satu profil penting dalam farmakologi, yang merupakan persentase dan kecepatan zat aktif dalam suatu produk obat yang tersedia dalam sirkulasi sistemik dalam bentuk utuh atau aktif setelah pemberian produk obat tersebut, diukur kadarnya dalam darah dengan waktu dan ekskeresinya dalam urin.

b.      Konsumsi sayuran yang berdaun hijau kurang menaikkan kadar Hb pada ibu hamil, karena sayuran berdaun hijau banyak mengandung serat yang tinggi dapat memblokir atau mengahambat terserapnya zat besi, dan dapat menghalangi tubuh untuk menyerap zat besi yang masuk ke dalam tubuh jika dikonsumsi berlebihan. Sayuran hijau yang tidak dicuci bersih juga mengandung pestisida yang berbahaya bagi ibu hamil.

c.       Sumber makanan yang dapat meningkatkan kadar Hb pada ibu hamil antara lain:

1)     Buah-buahan, (terutama buah yang mengandung banyak vitamin C, antioksidan, dan vitamin B, seperti tomat, alpukat, apel, semangka, mangga)

2)     Sayur-sayuran, seperti daun kelor, daun singkong, kol, dan wortel)

3)     Kacang-kacangan (Kacang-kacangan seperti buncis, kacang kering, kacang hijau, kacang kedelai, kacang merah mengandung jumlah zat besi yang baik. Labu dan biji labu juga dapat membantu untuk meningkatkan tingkat hemoglobin dalam darah.

4)     Umbi-umbian, seperti ubi kayu, ubi jalar, ubi ungu, kentang

5)     Zat besi dari hewani seperti daging, telur, ikan, dan Hati ayam juga mengandung banyak zat besi, vitamin, dan mineral termasuk protein.

6)     Rempah, seperti temulawak (memiliki anti infalamasi) dan jahe (membentuk kekebalan tubuh janin yang dikandung di dalam perut Ibu hamil karena kandungan vitamin C di dalam jahe)

3.      Sebutkan dampak yang diakibatkan oleh seorang ibu hamil yang mengalami anemia? Kalau ibu hamil yang sudah mengkonsumsi tablet Fe + asam folat tetapi tidak meningkat kadar Hb, apa yang Anda rekomendasikan?

JAWABAN:

a.       Dampak yang diakibatkan anemia pada ibu hamil

1)     Tumbuh kembang janin terhambat

2)     Bayi lahir premature atau BBLR

3)     Abortus

4)     Kerusakan dan gangguan pertumbuhan otak janin

5)     Cacat bawaan dan kelahiran bayi dengan anemia

6)     Pada saat persalinan bisa terjadi perdarahan

7)     Pada saat persalinan bisa berlangsung lama karena kelelahan otot Rahim dalam berkontraksi

b.      Kalau ibu hamil yang sudah mengkonsumsi tablet Fe + asam folat tetapi tidak meningkat kadar Hb, apa yang saya rekomendasikan adalah:

1)     Menyarankan untuk menambah dengan mengkonsumsi ragam makanan yang mengandung asam folat dan zat bezi yang lebih banyak.

2)     Mengkonsumsi makanan yang beraneka ragam seperti sayur-sayuran seperti daun kelor, kacang-kacangan, biji-bijian, protein hewani teruratama hati.

3)     Mengkonsumsi makanan yang mengadung banyak vitamin C, seperti jeruk, tomat, manga, dll, yang dapat meningkatkan penyerapan zat besi.

4)     Menyarankan untuk tidak mengkonsumsi zat besi bersamaan dengan kopi dan teh karena dapat menghambat penyerapan zat besi.

5)     Sering melakukan pengontrolan kesehatan ibu dan janin.

6)     Merujuk ke fasilitas yamg lebih tinggi untuk penaganan yang lebih lanjut jika anemianya tidak teratasi seperti, dokter atau ahli gizi.

4.      Menurut Anda, apakah ibu Maryam mengalami KEK? Apa saja penyebab KEK pada wanita seperti ibu Maryam? (min. 3 buah)

JAWABAN:

a.       Ya. Ibu Maryam mengalami KEK, karena ibu hamil KEK adalah ibu hamil yang mempunyai LILA <23,5 cm dan ibu Maryam memiliki LILA 21,7 cm.

b.      Penyebab KEK pada wanita seperti ibu Maryam adalah

1)     Ketidakseimbangan antara asupan makanan dan gizi dengan pemenuhan kebutuhan dan pengeluaran energy karena ibu Maryam sangat sibuk dan lelah mengurus rumah dan anak-anaknya.

2)     Pengaruh stress dan beban kerja sehingga menyebabkan tidak ibu kurang nafsu makan sehingga tidak tercukupinya asupan gizi dalam tubuh

3)     Factor pola konsumsi makan yang tidak seimbang

4)     Kurangnya pendidikan dan informasi,  Ibu hamil seharusnya melengkapi pengetahuannya tentang berbagai informasi mengenai bermacam-macam sumber gizi dan manfaatnya bagi kesehatan ibu hamil dan janin. Dengan begitu akan tumbuh kesadaran ibu hamil untuk menjaga dan merawat kehamilannya dengan memenuhi kebutuhan gizi tiap harinya.



5)     Kondsi sitem imun ibu hamil yang menurun, sedangkan system metabolisme semakin meningkat juga akan menyebabkan ibu hamil menderi KEK.

5.      Apa yang Anda ketahui tentang “Maternal Depletion Syndrome” (MDS)? Menurut Anda bagaimana mengatasi kasus pada ibu hamil yang mengalami MDS?

JAWABAN:

a.       Maternal Depletion Syndrome” (MDS) adalah keadaan dimana seorang wanita mengalami siklus reproduksi kehamilan dan menyusui yang berulang-ulang sehingga menyebabkan masalah kekurangan gizi pada wanita tersebut. Kekurangan gizi yang dialami bisa berupa kekurangan gizi makro seperti kekurangan energy protein (KEP) maupun kekurangan gizi mikro seperti anemia, beri-beri, dan gondok.

b.      Cara mengatasi kasus pada ibu hamil yang mengalami MDS yaitu:

1)     Memberikan pendidikan tentang cara menjaga diri agar tetap sehat, membantu perempuan serta keluarganya untuk persiapan kehamilan, persalinan, dan menyusui, meningkatkan kesadaran mereka tentang kemungkinan adanya resiko tinggi terjadi komplikasi dan cara mengenali komplikasi secara dini.

2)     Memperbaiki keadaan gizi baik makro maupun mikro. Mengatasi kekurangan gizi mikro dengan menganjurkan ibu untuk mengkonsumsi makanan yang mengandung energy karbohidrat, lemak, dan protein. Mengatasi kekurangan gizi mikro dengan menganjurkan ibu untuk mengkonsumsi makanan yang mengandung vitamin dan mineral.

3)     Meningkatkan perilaku hidup sehat dan konsumsi makanan yang simbang dan beraneka ragam, untuk memenuhi gizi makro dan mikronya jangan tergantung pada beberapa jenis makanan saja.

6.      Jelaskan hubungan antara kejadian KEK pada ibu hamil dengan kejadian BBLR. Menurut Anda, apakah semua BBLR disebabkan oleh KEK? Jelaskan jawaban Anda minimal 3 kalimat.

JAWABAN:

a.       Hubungan antara kejadian KEK pada ibu hamil dengan kejadian BBLR adalah karena kekurangan gizi akan berakibat buruk terhadap janin. Salah satu indicator untuk menentukan status gizi ibu hamil baik/buruk adalah dengan mengukur LILA jika LILA kurang dari 23,5 cm merupakan ibu dengan gejala KEK. Ibu dengan KEK kurang cadangan makanan dalam dirinya sehingga beresiko melahirkan anak dengan BBLR. Kekurangan gizi selama kehamilan mempengaruhi proses pertumbuhan janin kerena bukan hanya ibu yang membutuhkan asupan nutrisi akan tetapi bayinya juga.

b.      Tidak semua BBLR disebabkan oleh KEK karena kejadian BBLR tidak sepenuhnya berawal dari KEK diantara ada beberapa alasan:

1)     BBLR bisa disebabkan oleh penyakit ibu seperti hipertensi, sitomegalovirus, hepatitis, sehingga menyebabkan gangguan pada janin yang mengakibatkan lahir BBLR

2)     Kehamilan kembar bisa menyebabkan bayi lehir BBLR, karena saat mencapai aterem rahim memiliki batas kemampuannya untuk meregang sehingga kemilan kembar Berat Badan bayi akan berbeda dengan kehamilan tunggal.

3)     Umur ibu juga berepengaruh terhadap kejadian BBLR, dimana ibu yang hamil diusia muda/kelompok remaja masih tergantung pada orang lain, dimana organ-organ reproduksinya belum terlalu matang untuk proses kehamilan dan persalinan sehingga bisa menyebabkan lahirnya BBLR. Pada ibu dengan usia tua atau lebih dari 40 tahun meskipun sudah berpengalaman, tetapi kondisi badannya dan kesehatannya sudah mulai menurun dan dapan memepengaruhi perkembangan janin dan dapat menyebabkan BBLR.

4)     Jarak kehamilan bisa juga menyebabkan BBLR karena Rahim belum pulih betul dan akan meningkatkan resiko termasuk BBLR

5)     Jumlah anak ibu juga menyebabkan BBLR karena keadaan Rahim biasanya sudah lemah sehingga juga dapat meningkatkan resiko termasuk BBLR

7.      Dalam pertumbuhan janin dalam kandungan, banyak sekali zat gizi mikro yang diperlukan. Sebutkan minimal 5 zat gizi mikro yang diperlukan  dan manfaatnya dalam pertumbuhan janin.

JAWABAN:

a.       Kalsium: susu, sayuran, tofu, kacang almond, roti dan sereal

Manfaat untuk pertumbuhan janin: pembentukan tulang dan gigi, pembentukan jantung, saraf, dan otot.

b.      Zat besi: daging merah, bayam

Manfaat untuk pertumbuhan janin: perkembangan dan fungsi otak yang baik, tumbuh kembang yang optimal.

c.       Asam folat: alpukat dan sayura-sayuran

Manfaat untuk pertumbuhan janin: mengurangi resiko terjadinya cacar bawaan selama pertumbuhan embrional.

d.      Seng: kerang, daging merah, kacang-kacangan.

Manfaat untuk pertumbuhan janin: menjaga kualitas sel darah merah, mencegah anemia pada ibu dan bayi, mengurangi resiko lahir premature, dan meguatkan janin dalam kandungan.

e.       Vitamin. Dibutuhkan untuk pertumbuhan janin selama dalam kandungan. Vitamin E terdapat pada asam lemak. Vitamin A dibutuhkan untuk peralatan atau organ reproduksi dalam perkembangan janin. Vitamin K untuk menghindari terjadinya kelainan darah pada janin. Vitamin C dibutuhkan untuk pembentukan substansi ekstraseluler jaringan pada janin. Vitamin B berperan sebgai koenzim.

f.        Yodium. Mineral untuk pembentukan hormone tiroksin yang dibutuhkan untuk pertumbuhan janin.

8.      Makanan yang terbaik buat bayi baru lahir adalah ASI. Apa saja keunggulan ASI dibanding susu lainnya? (sebutkan minimal 5 buah). Sebutkan juga Manfaat yang dirasakan oleh ibu yang menyusui bayinya (min. 5 buah).

JAWABAN:

a.       Keunggulan ASI dibanding susu lainnya adalah:

1)     ASI merupakan sumber gizi yang sangat ideal dengan komposisi yang seimbang dan disesuaikan dengan kebutuhan pertumbuhan bayi. ASI adalah makanan bayi yang paling sempurna, baik kualitas maupun kuantitasnya.

2)     ASI meningkatkan daya tahan tubuh

3)     ASI meningkatkan kecerdasan

4)     ASI meningkatkan jalinan kasih sayang

5)     ASI sangat baik untuk pertumbuhan otak manusia

6)     Manfaat Pemberian ASI Bagi Lingkungan. ASI akan mengurangi bertambahnya sampah dan polusi dunia, dengan hanya memberi ASI manusia tidak memerlukan kaleng susu, karton dan kertas pembungkus, botol plastik dan dot karet. ASI tidak menambah folusi udara, karena untuk membuatnya tidak memerlukan pabrik.

7)     ASI bermanfaat bagi Negara, karena penghematan devisa untuk pembelian susu formula, perlengkapan menyusui, serta biaya menyiapkan susu.

b.      Manfaat yang dirasakan oleh ibu yang menyusui bayinya adalah:

1)     Mengurangi pendarahan setelah melahirkan

2)     Mengurangi terjadinya anemia

3)     Menjarangkan kehamilan

4)     Mengecilkan Rahim dan Berat badan lebih cepat turun kembali

5)     Mengurangi kemungkinan menderita kanker

6)     Lebih ekonomis atau murah

7)     Tidak merepotkan dan hemat waktu

8)     Portabel dan praktis

9.      Apa yang Anda ketahui tentang IMD? Mengapa bayi memperoleh IMD lebih baik dibandingkan yang tidak? (sebutkan 5 buah). Apa komponen ASI yang sangat terkait dengan kecerdasan dan pertumbuhan pada bayi? (min. 3 buah).

JAWABAN:

a.       IMD adalah proses Inisiasi Menyusu Dini dimana proses menyusui dimulai secepatnya dengan cara segera setelah lahir bayi ditengkurapkan di dada ibu sehingga kulit ibu melekat pada kulit bayi minimal satu jam atau sampai menyusu awal selesai, dan membiarkan bayi mencari putting susu ibunya.

b.      Bayi yang memperoleh IMD lebih baik dibandingkan yang tidak karena

1)     Dada ibu menghangatkan bayi dengan tepat, sehingga mempertahankan kehangatan bayi.

2)     Meningkatkan oksitosin Ibu dan bayi sehingga merasa lebih tenang. Detak jantung dan pernafasan bayi lebih cepat stabil.

3)     Memindahkan bakteri kulit ibu ke kulit nya menjilat kulit ibu menelan bakteri, sehingga berkoloni diusus bayi menyaingi bakteri ganas dari lingkungannya.

4)     Lebih dulu mendapat kolostrum yang kaya antibody untuk pertumbuhan usus, ketahanan infeksi, kehidupan bayi lebih berkualitas dibanding dengan yang tidak IMD.

5)     Kotak Kulit ibu – bayi secara dini segera setelah lahir minimal 1 jam –lebih  berhasil menyusui eksklusif dan lebih lama disusui dibanding dengan yang tidak IMD.

6)     Kasih saying dan bonding ibu-bayi-ayah lebih baik daibanding bayi yang tidak IMD.

7)     Menurunkan kematian karena mengurangi perdarahan ibu melahirkan.

c.       Komponen ASI yang sangat terkait dengan kecerdasan dan pertumbuhan pada bayi:

1)     Laktosa, adalah varian gula yang menjadi komponen utama dalam ASI, laktosa dipecah menjadi 2 melekul glukosa dan galaktosa. Glukosa berperan penting dalam pertumbuhan jaringan otak

2)     DHA, sering dikaitkan dengan tingkat kecerdasan anak. Penelitian mengungkapkan bahwa dalam otak yang mendapatkan ASI eksklusif memiliki kadar DHA yang lebih tinggi disbanding mereka yang mengkonsumsi susu formula.

3)     Kolesterol, bayi membutuhkan komponen kolesterol dalam jumlah tertentu yang diperlukan dalam pembentukan jaringan saraf otak bayi.

4)     Taurin, merupakan asam amino yang membuat kinerja otak anak menjadi lebih baik. Taurin juga penting untuk perkembangan penglihatan (mata) anak

10.  Kepada bidan, ibu Maryam mengatakan bahwa Ia ingin memperoleh anak cantik dan soleha. Apa yang akan Anda Nasehatkan kepada Ibu Maryam terkait keinginannya tersebut (minimal 10 kalimat).

JAWABAN:

Nasehat saya sebagai seorang bidan yakni: menasehati ibu bahwa anak adalah anugrah, titipan, dan amanah dari Allah SWT, sungguh sangat muliah keinginan ibu Maryam ingin memiliki anak yang cantik nan sholeha. Nasehat saya sebagai seorang bidan tetap memberikan semangat dan dukungan, mengajak ibu untuk tetap berfikiran positif dalam keinginannya memperoleh anak yang cantik dan sholeh menyerakannya semua kepada takdir Allah SWT. Banyak berdo’a dan memohon pertolongan kepada Allah SWT karena do’a merupakan salah satu usaha atau ikhtiar yang dapat dilakukan oleh Pasutri muslim. Untuk mendapatkan atau mempunyai anak cantik dan soleha karena anak merupakan karunia atau pemberian Allah SWT kepada semua hambanya dan Allah lah yang menentukan akan memberikan anak laki-laki atau perempuan sehingga kita sebagai seorang muslim sudah sangat tepat untuk memohon dengan berdo’a agar mempunyai anak perempuan sebagai salah satu bentuk ikhtiar sebagai seorang manusia. Selalu berfikiran positif tentang bayinya karena berfikiran positif bagi ibu hamil akan berdampak baik pula kepada bayinya. Bahwa memiliki anak laki-laki maupun perempuan yang patut diterima dengan penuh syukur. Menganjurkan ibu untuk tetap istirahat yang cukup untuk agar kesehatan tetap terjaga dan baik. Menganjurkan ibu untuk tidak stress dan mengkonsumsi aneka ragam makanan. Selain itu pada ibu hamil tentunya membutuhkan asupan nutrisi lain yang jumlahnya  lebih banyak dibandingkan saat kondisi tidak hamil. Kebutuhan nutrisi yang lengkap sangat dibutuhkan untuk mendukung kesehatan ibu dan bayi dalam kandungannya. Bagi ibu hamil juga dapat mengkonsumsi asupan khusus ibu hamil sebagai tambahan nutrisi. Untuk menghilangkan berbagai perasaan negative dan kecemasan itu cobalah lakukan tadabbur Qur an dengan mendengar dan mentadabburi beberapa ayat Qur’an. Mendukung kehamilannya dan berdo’a agar ibu dan bayinya sealau dalam keadaan sehat.

11.  Suami ibu Maryam sangat penyayanng kepada istri dan anak-anaknya. Dia juga bekerja keras untuk mendapatkan biaya yang cukup untuk kehidupan keluarganya. Namun,  Ia tidak dapat membantu istrinya di rumah. Apa pendapat Anda tentang suami ibu Maryam dan apa nasehat yang perlu Anda berikan kepadanya (min. 10 kalimat).

JAWABAN:

a.       Pendapat saya tentang suami ibu Maryam yakni: suami ibu Maryam cukup bertanggung jawab dengan bekerja keras untuk mencari nafkah dan sangat menyayangi anak-anaknya. Seorang suami menyayangi istrinya adalah kewajiban yang sekaligus bernilai ibadah yang semestinya dilakukan pada setiap saat. Namun, ketika istrinya hamil, sungguh rasa sayang dari seorang suami kepada istrinya sangat perlu untuk ditingkatkan. Hal ini dirasa penting karena menurut berbagai penelitian disebutkan bahwa perkembangan janin juga sangat dipengaruhi oleh keadaan psikis seorang ibu yang sedang mengandungnya. Jika selama mengandung seorang ibu sering cemas, tegang, marah, takut, atau sedih, maka perkembangan janin yang ada di dalam kandungannya pun juga buruk. Sebaliknya, jika selama mengandung seorang ibu hatinya tenang, tidak merasa tertekan, gembira, atau bahagia, maka perkembangan janin yang ada dalam kandungannya pun akan baik.

b.      nasehat yang perlu saya berikan kepadanya adalah:

1)     Lebih menyayangi dan memperhatikan istrinya, berikan perhatian lebih agar ibu merasa tenang dan nyaman.

2)     Sealalu siap siaga saat istri membutuhkan, jika sedang sibuk di luar rumah pastikan untuk tetap memberi perhatian.

3)      Jika sudah tidak ada urusan di rumah segera pulang dan temani istrinya.

4)     Membantunya dalam meringankan tugas rumah tangga, sebagai suami yang baik hendaknya membantu meringankan beban istri dalam pekerjaan rumah tangga misalnya membantu memasak di dapur.

5)     Membantu mengurus kedua anak mereka jika istrinya kelelahan karena ibu hamil membutuhkan banyak istirahat.

6)     Membantu menjaga kesehatan istri dan calon anak, dengan cara memperhatikan asupan makanannya, vitamin, dan gizinya.

7)     Berikan kenyamanan dan ketentraman selama kehamilan.

8)     Berusahalah memberikan yang terbaik untuk istri yang dicintainya.

9)     Mendengarkan segala keluhannya dan lebih mengerti kondisinya dengarkan dan jangan acuhkan segala keluhannya, jika perlu berikan tanggapan yang membuatnya merasa bahwa Anda memperdulikannya.

10) Berdiskusi tentang si calon buah hati

11)Selalu memastikan istri agar istirahat dengan cukup dan mengajak isri jalan-jalan atau olahraga rinagan.

12)Hindari hal-hal yang memicu pertengakaran dan mengajak istri untuk lebih mendekatkan diri pada Allah SWT.

12.  Sebutkan judul artikel Internasional yang telah Anda pilih untuk tugas sebelumnya. Siapa saja penulisnya dan dari instansi apa? Sebutkan 5 point yang penting dalam penelitian tersebut (tujuan penelitian, subjek penelitian, metode pengukuran variable utama penelitian, desain penelitian, dan hasil yang ditemukan).







JAWABAN:

a.       JUDUL ARTIKEL JURNAL INTERNASIONAL

“A Comparison of Nutritional Antioxidant Content in Breast Milk, Donor Milk, and Infant Formulas”

“Perbandingan Kandungan Gizi Antioksidan Di Asi, Susu Donor,

Dan Formula Bayi”

b.      PENULIS

Corrine Hanson, Elizabeth Lyden, Jeremy Furtado, Matthew Van Ormer, and Ann Anderson-Berry

c.       INSTANSI PENULIS

1)     Corrine Hanson (College of Allied Health Professions, University of Nebraska Medical Center, Medical Nutrition Education, 984045 Nebraska Medical Center, Omaha, NE 68198-4045, USA)

2)     Elizabeth Lyden (College of Public Health, University of Nebraska Medical Center, 984375 Nebraska Medical Center, Omaha, NE 68198-4375, USA; elyden@unmc.edu)

3)     Jeremy Furtado (Department of Nutrition, Harvard School of Public Health, 655 Huntington Avenue, Boston, MA 02215, USA; jfurtado@hsph.harvard.edu)

4)     Matthew Van Ormer (Pediatrics, University of Nebraska Medical Center, 981205 Nebraska Medical Center, Omaha, NE 68198-1205, USA; Matthew.vanormer@unmc.edu (M.V.O.); alanders@unmc.edu (A.A.-B.) )

5)     Ann Anderson-Berry (Pediatrics, University of Nebraska Medical Center, 981205 Nebraska Medical Center, Omaha, NE 68198-1205, USA; Matthew.vanormer@unmc.edu (M.V.O.); alanders@unmc.edu (A.A.-B.) )

d.      TUJUAN PENELITIAN

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk Untuk Menganalisis Perbandingan Kandungan Gizi Antioksidan antara ASI, susu donor dan susu formula bayi prematur

e.       SUBJEK PENELITIAN

1)     Sampel diambil dari susu 12 payudara wanita dengan bayi tunggal yang dirawat di Neonatal Intensive Care Unit dan dikumpulkan untuk analisis

2)     Kriteria sampel usia kehamilan rata-rata adalah 37-42 minggu. 2 ml sampel dikumpulkan dari masing-masing peserta dalam tabung plastik steril, terlindung dari panas dan cahaya, dan disimpan pada  freezer 80◦F sampai dianalisis. Selain itu, satu 2 ml sampel susu donor dikumpulkan yaitu yang tersedia secara komersial untuk analisis, dan 2 mL sampel susu formula untuk bayi prematur. Semua formula berasal dari produsen tunggal

f.        METODE PENGUKURAN VARIABLE UTAMA PENELITIAN

1)     Kandungan susu yang diteliti adalah lutein + zeaxanthin, β-cryptoxanthin, trans-likopen, cis-likopen, jumlah lycopene, α-karoten, trans-β-karoten, cis-β-karoten, Total-β-karoten, retinol, α-tokoferol dan γ –tokoferol

2)     Sampel plasma (250 uL) dicampur dengan 250 mL etanol mengandung 10 mg rac-tokoferol / mL (Tocol) sebagai standar internal, diekstraksi dengan 4 mL heksana, diuapkan sampai kering di bawah nitrogen, dan dilarutkan dalam 100 mL etanol-dioksan (1 : 1, dengan vol) dan 150 mL asetonitril. Sampel kuantitatif menilai dengan kromatografi cair kinerja tinggi (HPLC) pada Restek Ultra C 18 150 mm x 4,6 mm kolom dengan 3 pM ukuran partikel terbungkus dalam oven kolom (Hitachi L-2350, Hitachi, San Jose, CA, USA) untuk mencegah fluktuasi suhu, dan dilengkapi dengan sistem penjaga trisula cartridge (Restek, Corp, Bellefonte, PA, USA). Sebuah campuran asetonitril, tetrahidrofuran, metanol, dan solusi amonium asetat 1% digunakan sebagai fase gerak dengan laju alir 1,1 mL / menit, dengan pompa Hitachi L-2130 di isokratik modus, Hitachi L-2455 dioda detektor array (300 nm dan 445 nm), dan Hitachi L-2200 auto-sampler dengan nampan air dingin. Hitachi System Manager software (D-2000 Elite, Version 3.0) digunakan untuk integrasi puncak dan akuisisi data. Karena lutein dan zeaxanthin ko-elusi pada kromatogram, dua dikelompokkan dan disediakan sebagai lutein + zeaxanthin.

g.       DESAIN PENELITIAN

1)     Untuk desain penelitiannya tidak dicantumkan dalam jurnal artikel penelitian tersebut.

Akan tetapi berdasarkan pengetahuan Saya yang sangat minim kemungkinan menggunakan desain penelitian kuantitatif dengan menggunakan desain penelitian Cross-Secrional (potong-lintang) karena pada penelitian ini variabel dependen dan indevenden diamati pada waktu (periode) yang sama. (Mohon maaf jika Saya Salah).

2)     Untuk analisis dari Institut Nasional Standar dan Teknologi Amerika Serikat statistik deskriptif termasuk sarana dan standar deviasi. Sebuah satu sample t-test digunakan untuk membandingkan nilai rata-rata dari ASI ibu 12 (MBM) dengan nilai yang diketahui dari donor atau bayi formula nilai p <0,05 dianggap signifikan secara statistik.

h.      HASIL

1)     Sampel dari rumus transisi dan formula prematur juga secara signifikan lebih rendah pada lycopene bila dibandingkan dengan ASI (p = 0,003 dan 0,002, masing-masing)

2)     Ketika konsentrasi tokoferol antara 12 sampel ASI dan sampel susu donor dikumpulkan dibandingkan, perbedaan yang signifikan yang ditemukan antara konsentrasi dari kedua α- dan γ-tokoferol (p = 0,009 dan 0,01, masing-masing)

3)     Susu donor dianggap menjadi sumber alternatif yang efektif sebagai gizi saat susu ibu sendiri tidak tersedia, dan bayi prematur adalah penerima utama. Susu donor diperoleh dari ibu yang sehat

4)     Susu Donor masih memiliki kelebihan yang unik dibandingkan dengan susu formula dan menjadi alternatif penting jika susu ibu tidak tersedia

5)     Bayi yang diberi ASI telah terbukti memiliki kadar serum lutein lebih tinggi daripada bayi yang diberi susu formula

6)     Penelitian telah menunjukkan bahwa ada perbedaan yang signifikan dalam kapasitas antioksidan dari berbagai jenis pemberian makanan bayi. Satu studi menunjukkan bahwa total kapasitas antioksidan yang dibutuhkan dalam ASI dari ibu yang melahirkan prematur lebih tinggi dari ASI dari ibu yang melahirkan normal

7)     Sementara ASI telah terbukti mengandung beberapa γ-tokoferol, penelitian sebelumnya telah menunjukkan kandungan γ-tokoferol dalam susu formula tujuh kali lebih tinggi daripada ASI

8)     Studi telah menunjukkan bahwa total kapasitas antioksidan yang dibutuhkan dalam ASI dari ibu yang melahirkan prematur lebih tinggi dari ASI dari ibu yang melahirkan normal. Sedangkan antara ASI dan susu formula bayi menunjukkan perbedaan yang signifikan untuk antioksidan.

9)     Bayi yang diberi ASI terbukti memiliki kadar serum lutein lebih tinggi daripada bayi yang diberi susu formula, karena peningkatan bioavailabilitas senyawa dalam ASI.